- Jawaban singkatnya
- Bulan demi bulan
- Musim kemarau: Mei hingga Oktober
- Musim hujan: November hingga April
- Musim diving, snorkeling, dan selancar
- Ramadan dan Idulfitri di Gili
- Nyepi: Hari Raya Nyepi di Bali
- Tanggal lain yang perlu diketahui
Jawaban singkatnya
- Terbaik secara keseluruhan: Mei, Juni, dan September — kering, tenang, jernih, dan tidak ramai.
- Paling ramai dan paling mahal: Juli, Agustus, dan dua minggu di sekitar Natal dan Tahun Baru.
- Paling murah dan paling sepi: akhir Januari hingga Maret, dan November.
- Paling berisiko untuk pembatalan kapal dari Bali: Desember hingga Februari.
- Pendakian Rinjani: kira-kira April hingga Desember; jalur biasanya ditutup Januari hingga Maret.
Karena terletak di bayang-bayang hujan pegunungan Lombok, Gili terasa lebih kering daripada Bali atau pedalaman Lombok. Bahkan pada bulan-bulan terbasah, sebagian besar hari tetap punya rentang cerah yang panjang.
Bulan demi bulan
Suhu yang tercantum adalah suhu tertinggi siang hari pada umumnya; suhu laut bertahan antara sekitar 27 dan 30°C sepanjang tahun. “Penyeberangan” merujuk pada fast boat antara Bali dan Gili.
| Bulan | Cuaca | Laut & penyeberangan | Keramaian & harga | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Januari | Panas, lembap, sering hujan deras; sekitar 31°C | Sering bergelombang; pembatalan mungkin terjadi | Sepi setelah minggu pertama; harga rendah | Pemburu harga murah, wisatawan yang fleksibel |
| Februari | Periode terbasah, beberapa hari kelabu | Sering bergelombang | Sangat sepi | Menyendiri; terbang lewat Lombok |
| Maret | Hujan mulai berkurang; rimbun dan hijau | Membaik; perhatikan Nyepi | Sepi | Harga bersahabat, pemandangan hijau |
| April | Sebagian besar kering, hangat, sekitar 32°C | Umumnya tenang | Sedang; ramai saat Paskah | Diving, Rinjani dibuka |
| Mei | Kering dan cerah | Tenang | Sedang | Segalanya — salah satu bulan terbaik |
| Juni | Kering, berangin sepoi, malam lebih sejuk | Pagi yang tenang | Mulai ramai | Segalanya — salah satu bulan terbaik |
| Juli | Kering, sore berangin, sekitar 30°C | Sore bergelombang | Puncak | Matahari terjamin; pesan lebih awal |
| Agustus | Bulan terkering, berangin | Sore bergelombang; sesekali ada pembatalan | Puncak | Matahari, Rinjani, selancar di Lombok |
| September | Kering, mulai menghangat | Tenang | Mulai lengang | Jarak pandang selam, harga bersahabat |
| Oktober | Panas, hujan pertama di akhir bulan | Tenang | Sedang | Laut hangat, pantai sepi |
| November | Panas, lembap, badai sore hari | Sebagian besar tenang, beberapa hari bergelombang | Sepi | Harga rendah, musim pari manta di sekitar |
| Desember | Kerap hujan; minggu-minggu liburan yang ramai | Periode bergelombang dimulai | Sepi, lalu puncak mulai sekitar 20 Desember | Suasana liburan akhir tahun |
Setiap destinasi punya tabel suhu, curah hujan, dan keramaiannya sendiri di halaman “kapan berkunjung” — misalnya Gili Trawangan, Gili Air, dan Gunung Rinjani.
Musim kemarau: Mei hingga Oktober

Angin pasat tenggara membawa udara kering dari Australia. Langit biru, kelembapan turun, dan dari Juni hingga Agustus malam terasa sejuk menyenangkan. Hujan jarang turun. Menjelang September, bagian dalam pulau menjadi berdebu dan kecokelatan, dan air tawar berada pada titik paling langka.
Di bawah air, inilah musim dengan jarak pandang terbaik, sering kali 20–30 meter. Angin yang membuat siang hari nyaman juga menimbulkan gelombang di Selat Lombok pada sore hari di bulan Juli dan Agustus — satu alasan lagi untuk naik kapal pagi.
Musim hujan: November hingga April
Monsun barat laut membawa panas, kelembapan, dan hujan, sebagian besar berupa hujan deras yang singkat dan hebat pada sore atau malam hari. Desember hingga Februari adalah periode terbasah dan paling berangin. Di sela badai, matahari terik dan laut hangat serta sering kali selicin kaca di dekat pantai.
Masalah praktis utamanya bukan hujan, melainkan alun di Selat Lombok, yang bisa menghentikan fast boat dari Bali selama sehari atau beberapa hari. Penyeberangan pendek dari Lombok jauh lebih sedikit terpengaruh. Tarif rendah, pantai kosong, dan kepulauan ini hijau. Beberapa usaha kecil di Meno dan Air tutup selama beberapa minggu untuk perawatan.
Musim diving, snorkeling, dan selancar
- Diving dan snorkeling bisa dilakukan sepanjang tahun. Jarak pandang memuncak dari sekitar Mei hingga November. Plankton di musim hujan mengurangi kejernihan, tetapi bisa mendatangkan lebih banyak hewan besar.
- Penyu menetap di sini dan terlihat setiap bulan.
- Hiu karang di Shark Point terlihat sepanjang tahun, paling bagus pada penyelaman pagi.
- Pari manta adalah tamu yang sesekali datang di sekitar Gili, terutama pada bulan-bulan musim hujan; di Nusa Penida mereka jauh lebih bisa diandalkan.
- Selancar. Ombak karang Trawangan muncul saat alun lebih besar, terutama di musim hujan. Pesisir selatan Lombok paling bagus dari sekitar Mei hingga Oktober.
Selengkapnya di diving & snorkeling.
Ramadan dan Idulfitri di Gili
Penduduk pulau beragama Islam, dan Ramadan — bulan puasa dari fajar hingga matahari terbenam — dijalankan oleh masyarakat. Bulan ini maju sekitar sebelas hari setiap tahun: jatuh pada Februari–Maret pada 2026 dan akan dimulai pada awal Februari pada 2027, lalu bergeser ke Januari pada 2028. Periksa tanggal persisnya untuk tahun kunjungan Anda.
Apa yang berubah bagi pengunjung:
- Hotel, pusat selam, restoran wisata, dan bar beroperasi normal dan alkohol tetap disajikan.
- Banyak warung lokal tutup pada siang hari dan buka saat matahari terbenam, ketika keluarga-keluarga berbuka puasa — waktu yang indah untuk menikmati makanan lokal.
- Pesta-pesta bising di Trawangan dikurangi atau berakhir lebih awal, atas kesepakatan dengan pihak desa.
- Staf yang berpuasa mungkin sedikit lebih lambat di tengah panasnya sore. Kesabaran Anda dihargai.
- Demi sopan santun, hindari makan, minum, atau merokok sambil berjalan melewati gang-gang kampung pada siang hari, dan berpakaianlah sedikit lebih tertutup.
Idulfitri (Lebaran), hari raya di akhir Ramadan, adalah hari libur terbesar di Indonesia. Selama seminggu sebelum dan sesudahnya, penerbangan, feri, dan jalan raya dipadati orang yang mudik, sebagian staf pulau sedang pulang kampung, dan keluarga-keluarga Indonesia berwisata ke Gili. Pesan transportasi jauh-jauh hari.
Nyepi: Hari Raya Nyepi di Bali
Nyepi adalah tahun baru Hindu Bali, biasanya pada Maret. Selama 24 jam sejak pukul 06.00, seluruh Bali berhenti: bandara tutup, tak ada kapal berlayar, toko-toko tutup, lampu diredupkan, dan tak seorang pun — termasuk pengunjung — boleh meninggalkan penginapannya.
Kepulauan Gili bukan wilayah Hindu dan tidak menjalankan Nyepi. Semuanya buka. Ada dua konsekuensinya:
- Anda tidak bisa bepergian ke atau dari Bali pada hari Nyepi itu sendiri, jadi jangan rencanakan penyeberangan atau penerbangan pada hari itu.
- Banyak wisatawan meninggalkan Bali menuju Gili untuk menghindari penghentian total itu. Kapal sangat penuh sehari sebelum dan sehari sesudahnya, dan hotel di pulau lebih ramai dari biasanya. Pesan lebih awal.
Jika Anda berada di Bali pada malam sebelumnya, pawai ogoh-ogoh, patung raksasa berwujud makhluk jahat, layak ditonton. Komunitas Bali di Lombok mengadakan arak-arakan yang lebih kecil di Mataram.
Tanggal lain yang perlu diketahui
- Natal dan Tahun Baru (sekitar 20 Desember–5 Januari): harga puncak, lama menginap minimum, pesta pantai — dan musim laut paling bergelombang.
- Paskah dan Tahun Baru Imlek: periode ramai yang singkat.
- Hari Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus): bendera, lomba-lomba, dan balap perahu di kampung-kampung.
- Bau Nyale (Februari atau Maret): festival cacing laut di pesisir selatan Lombok.
- MotoGP di Mandalika (biasanya September atau Oktober): memenuhi hotel di seluruh Lombok selama satu akhir pekan.
- Liburan sekolah Eropa dan Australia: alasan Juli dan Agustus begitu ramai.
