Gili Trawangan terletak paling jauh dari Lombok, panjangnya sekitar tiga kilometer dan lebarnya dua kilometer, dengan bukit rendah di selatan dan lingkaran pasir karang putih di sekelilingnya. Tidak ada mobil dan tidak ada sepeda motor. Orang bepergian dengan berjalan kaki, bersepeda, naik kereta kuda, dan semakin sering dengan skuter listrik; jalur berpasir yang mengelilingi pulau bisa ditempuh dengan sepeda dalam waktu kurang dari satu jam.
Pulau ini punya dua wajah. Pantai timur, tempat kapal berlabuh, adalah satu deretan tak terputus berisi toko selam, kafe, bar, dan guesthouse, yang ramai dari waktu sarapan sampai jauh lewat tengah malam. Pantai utara dan barat lebih tenang: resor dan vila yang berjarak di belakang pantai, hamparan pasir panjang yang kosong, serta ayunan dan beanbag di bar-bar sunset yang menghadap Gunung Agung di Bali. Di pedalaman, di belakang deretan itu, ada kampung sungguhan dengan masjid, sekolah, dan kebun kelapa — patut diingat saat memilih pakaian ketika Anda jauh dari pantai.
Reputasi Trawangan sebagai pulau pesta memang pantas, tetapi hanya separuh cerita. Malam-malam yang bising bergiliran di segelintir bar dekat pelabuhan; menginaplah lima ratus meter ke utara atau di mana saja di sisi barat dan Anda nyaris tidak akan mendengarnya. Yang benar-benar menjadi keunggulan pulau ini adalah lautnya: penyu hanya beberapa kayuhan fin dari pantai timur laut, lebih dari selusin titik selam dalam jarak dua puluh menit naik kapal, dan beberapa kursus scuba dan freediving dengan harga paling sepadan di Indonesia.
Kalau Anda masih menimbang di antara ketiga pulau, perbandingan kami di Pilih Gili yang mana? menyandingkan ketiganya.
Daya tarik utama
- Snorkeling bersama penyu hijau dan penyu sisik langsung dari pantai timur laut
- Sunset dari pantai barat dengan Gunung Agung di cakrawala
- Menyelam untuk pertama kali atau ikut kursus penuh di salah satu sekolah selam yang sudah lama berdiri di pulau ini
- Bersepeda mengitari jalur berpasir keliling pulau sebelum sarapan
- Ikan bakar dan sate di pasar malam dekat pelabuhan
- Mendaki bukit untuk memandang ketiga Gili dan Gunung Rinjani
Dalam gambar: Gili Trawangan





Berapa lama tinggal dan di mana sebaiknya menginap
Tiga atau empat malam adalah lama tinggal yang pas: satu hari untuk trip snorkeling dengan kapal, satu hari untuk bersepeda dan bermalas-malasan, satu hari untuk diving atau seharian di Gili Meno. Penyelam yang mengambil kursus Open Water sebaiknya menyediakan setidaknya empat hari penuh.
Di sini, lokasi menginap lebih menentukan daripada di pulau-pulau lainnya. Bagian tengah deretan timur dekat pelabuhan praktis tetapi bising. Utara pelabuhan (ke arah Turtle Point) adalah kompromi terbaik: sepuluh menit jalan kaki dari restoran, snorkeling bagus, malam yang tenang. Pantai barat dan barat laut punya sunset dan resor-resor yang lebih besar, tetapi berjarak 20–30 menit jalan kaki atau bersepeda sebentar dari pelabuhan, dan air lautnya surut jauh sekali. Pedalaman kampung punya kamar-kamar termurah. Lihat panduan wisata untuk keterangan lebih lanjut tentang tiap kawasan dan Tempat menginap untuk hotel di ketiga pulau.
