Objek wisata
Pantai Senggigi
Lengkung pasir yang lebar, berwarna kelabu keemasan dan bukan putih, terbelah oleh tanjung kecil dengan terumbu yang memberi tempat berenang terlindung saat pasang dan ombak selancar yang lembut pada musimnya. Keluarga-keluarga setempat memenuhi pantai pada Minggu sore; penjual jagung bakar dan sate berkeliling di tempat teduh.
ℹ️ Gratis; ada biaya parkir kecil. Paling enak menjelang sore. Berenanglah di antara bendera kalau dipasang — ombak pecah di tepi pantainya bisa kuat.
Pura Batu Bolong
Pura Hindu Bali kecil yang dibangun di atas singkapan batu vulkanik hitam dengan lubang alami yang menembusnya (batu bolong berarti “batu berlubang”). Pelinggih-pelinggihnya bertingkat menaiki batu di atas debur ombak, menghadap Gunung Agung di seberang selat. Saat matahari terbenam, inilah tempat paling bersuasana di pesisir ini.
ℹ️ Sekitar 2 km di selatan pusat Senggigi. Buka selama hari terang; masuk dengan donasi, selendang disediakan. Berpakaianlah sopan. Sediakan 30 menit.
Titik pandang Malimbu dan Nipah
Di utara Senggigi jalan menanjak melewati tanjung-tanjung menuju tempat menepi di mana seluruh pemandangan terbuka: teluk-teluk berbentuk sabit di bawah, ketiga Gili berderet, dan Bali di cakrawala. Lapak-lapak menjual kelapa muda dan kopi. Nipah, di teluk di bawahnya, terkenal dengan warung ikan bakar sederhana di atas pasir.
ℹ️ Gratis. 15–25 menit berkendara ke utara dari Senggigi. Paling jernih pada pagi hari; paling dramatis saat matahari terbenam.
Pelabuhan Bangsal
Pelabuhan umum untuk Gili: sebuah loket tiket, sebuah dermaga, perahu-perahu kayu yang memuat penumpang di pantai. Kendaraan berhenti di palang beberapa ratus meter sebelum air, dan di situlah para calo berkumpul. Berjalanlah ke loket tiket resmi di tepi laut, beli di sana, dan semuanya sungguh sederhana.
ℹ️ Perahu umum beroperasi kira-kira dari pukul 08.00 sampai sore dan berangkat kalau sudah penuh; speedboat berjalan sesuai jadwal. Mungkin ada retribusi pelabuhan atau tiket masuk kecil yang dibayar tunai. Panduan Cara ke Sana kami memuat alur lengkapnya.
Teluk Nara dan Teluk Kodek
Dua teluk tenang bertepi bakau beberapa kilometer di selatan Bangsal, dipenuhi dermaga-dermaga swasta. Speedboat yang dipesan di muka, kapal dive center, dan kapal resor berangkat dari sini. Tidak ada loket tiket umum dan tidak ada yang bisa dilihat secara khusus — dan justru itulah intinya.
ℹ️ Akses dengan pengaturan bersama operator kapal atau hotel Anda. Penyeberangan ke Gili memakan waktu 10–15 menit.
Pusuk dan monyet-monyetnya
Jalan pedalaman dari Mataram ke Bangsal berkelok melintasi punggungan berhutan tempat kawanan monyet ekor panjang duduk di sepanjang tepi jalan menunggu mobil yang lewat. Hutannya sejuk dan hijau, dan pemandangan ke arah pesisir di belakang cukup elok.
ℹ️ Gratis. Tutup jendela dan tas rapat-rapat; jangan memberi makan monyet langsung dari tangan. Jalur ini menghemat waktu dibanding jalan pesisir dari Mataram dan bandara.
Mataram: Islamic Center dan Mayura
Lombok dijuluki pulau seribu masjid, dan yang terbesar adalah Islamic Center di Mataram, dengan kubah emas-hijaunya dan menara yang bisa Anda naiki untuk memandang kota. Mayura di dekatnya, taman air kerajaan Bali dari abad kedelapan belas, mengingatkan pada masa ketika raja-raja Bali memerintah Lombok bagian barat.
ℹ️ Islamic Center: pengunjung dipersilakan di luar waktu salat, wajib berpakaian sopan, ada biaya kecil untuk naik menara. Mayura: tiket masuk kecil. Sediakan 1,5 jam untuk keduanya.
Narmada dan Pura Lingsar
Narmada adalah istana air berteras yang dibangun seorang raja Bali pada abad kedelapan belas sebagai miniatur simbolis Rinjani dan danau kawahnya. Beberapa kilometer dari sana, Pura Lingsar tidak ada duanya: kompleks pura yang dipakai bersama oleh umat Hindu Bali dan Muslim Wetu Telu Lombok, yang bertemu setahun sekali untuk perang ketupat yang penuh keakraban.
ℹ️ Sekitar 10–15 km di timur Mataram. Tiket masuk kecil atau donasi; selendang wajib di Lingsar. Sediakan 2 jam untuk keduanya.
